Minggu, 06 September 2009

BINOMIAL NOMENCLATURE

Binomial Nomenclature (Tatanama Biologi)

Binomial nomenklatur
Binomial nomenklatur atau tata nama binomial adalah suatu aturan penulisan nama spesies. Binomial nomenklatur ini harus dipenuhi dalam menuliskan nama ilmiah suatu spesies, baik itu hewan maupun tumbuhan.
Kenapa harus  diatur segala , ngapain sih
karena nama suatu organisme itu di semua tempat/di semua ras suku/semua bangsa punya hak memberikan nama organisme . dari sinilah mala petaka muncul jika semua ras / bangsa itu akan rapat atau seminar tentang organisme yang sama yang punya berbagai nama itu .
mau bedah mangga aja disono bilang pelem , paoh , mango, etc maka kaco pasti , maka si Linnaeus yang cukup cerdas memberikan nama baku untuk kesepakatan satu nama  tetapi semua bangsa memahami apa yang dimaksud misal mangga tadi diberi nama Mangifera indica , lha si Mangifera ini meskipun di perancis , italia , boston, new zealand , zimbabwe maupun di bojonegoro tahu kalau itu ya maksudnya mangga , mango dll OK  

Tatanama binomial (binomial berarti 'dua nama') merupakan aturan penamaan baku bagi semua organisme (makhluk hidup) yang terdiri dari dua kata dari sistem taksonomi (biologi), dengan mengambil nama genus dan nama spesies. Nama yang dipakai adalah nama baku yang diberikan dalam bahasa Latin atau bahasa lain yang dilatinkan. Aturan ini pada awalnya diterapkan untuk fungi, tumbuhan dan hewan oleh penyusunnya (Carolus Linnaeus), namun kemudian segera diterapkan untuk bakteri pula. Sebutan yang disepakati untuk nama ini adalah 'nama ilmiah' (scientific name). Awam seringkali menyebutnya sebagai "nama latin" meskipun istilah ini tidak tepat sepenuhnya, karena sebagian besar nama yang diberikan bukan istilah asli dalam bahasa latin melainkan nama yang diberikan oleh orang yang pertama kali memberi pertelaan atau deskripsi (disebut deskriptor) lalu dilatinkan.

Penamaan organisme pada saat ini diatur dalam Peraturan Internasional bagi Tatanama Botani (ICBN) bagi tumbuhan, beberapa alga, fungi, dan lumut kerak, serta fosil tumbuhan; Peraturan Internasional bagi Tatanama Zoologi (ICZN) bagi hewan dan fosil hewan; dan Peraturan Internasional bagi Tatanama Prokariota (ICNP). Aturan penamaan dalam biologi, khususnya tumbuhan, tidak perlu dikacaukan dengan aturan lain yang berlaku bagi tanaman budidaya (Peraturan Internasional bagi Tatanama Tanaman Budidaya, ICNCP).

Aturan penulisan
Aturan penulisan dalam tatanama binomial selalu menempatkan nama ("epitet" dari epithet) genus di awal dan nama ("epitet") spesies mengikutinya.
Nama genus SELALU diawali dengan huruf kapital (huruf besar, uppercase) dan nama spesies SELALU diawali dengan huruf biasa (huruf kecil, lowercase).
Penulisan nama ini tidak mengikuti tipografi yang menyertainya (artinya, suatu teks yang semuanya menggunakan huruf kapital/balok, misalnya pada judul suatu naskah, tidak menjadikan penulisan nama ilmiah menjadi huruf kapital semua) kecuali untuk hal berikut:
1. Pada teks dengan huruf tegak (huruf latin), nama ilmiah ditulis dengan huruf miring (huruf italik), dan sebaliknya. Teladan: Glycine soja, Pavo muticus. Perlu diperhatikan bahwa cara penulisan ini adalah konvensi yang berlaku saat ini sejak awal abad ke-20. Sebelumnya, seperti yang dilakukan pula oleh Carolus Linnaeus, nama atau epitet spesies diawali dengan huruf besar jika diambil dari nama orang atau tempat.
2. Pada teks tulisan tangan, nama ilmiah diberi garis bawah yang terpisah untuk nama genus dan nama spesies.

Tatanama binomial dikenal pula sebagai "Sistem Klasifikasi Binomial".
Keunggulan binomial nomenklatur adalah memudahkan kita menunjuk suatu spesies tanpa harus menerjemahkannya ke dalam bahasa lain. Nama ilmiah berlaku di seluruh dunia. Misalnya, jika kita menyebut “ayam”, mungkin orang Inggris tidak akan mengerti. Tetapi bila kita menyebut ayam dengan nama ilmiahnya, yaitu Gallus gallus, maka orang Inggris akan mengerti bahwa yang kita maksud itu adalah “chicken”.

Untuk mencari data suatu spesies di internet, juga lebih mudah menggunakan nama ilmiah. Misalnya, kita ingin mencari data mengenai suatu hewan dalam bahasa Inggris. Bila kita tahu nama ilmiahnya, kita bisa dengan mudah mencarinya di internet tanpa harus mengetahui bahasa Inggris dari spesies tersebut.


Contoh nama ilmiah dari beberapa spesies:


No Nama Tatanama Binomial - Spesies - Keterangan
1. Kedelai - Glycine soja - soja - Ordo Periscodactyla
2. Teratai - Nymphaea lotus - lotus
3. Padi - Oryza sativa - sativa - Ordo Commelinales
4. Harimau - Panthera tigris - tigris - Ordo Carnivora
5. Manusia - Homo sapiens - sapiens - Ordo Primata
6. Singa - Panthera leo - leo - Ordo Carnivora
7. Komodo - Varanus komodoensis - komodoensis - Ordo Lacertilia
8. Ayam - Gallus gallus - gallus - Ordo Rasores
9. Tapir Asia - Tapirus indicus - indicus - Ordo Periscodactyla
10. Kapas - Gossypium arborescens - arborescens - Malvaceae / Kapas2an
11. Jagung - Zea mays - mays - Ordo Commelinales
12. Jamur - Penicillium notatum - notatum - Ordo ascomycotina
13. Kembang sepatu Hibiscus * rosa-sinensis * rosa-sinensis - Malvaceae / Kapas2an
14. Kecoak * Periplaneta * periplaneta
15. Jengkol * Pithecollobium jiringa * jiringa
16. Kalajengking * Heterometrus syaneus * syaneus * Ordo scorpioidae
17. Kelabang * Scuitigera forceps * forceps * Ordo Chilopoda
18. Pinus * Merkusii * Merkusi
19. Jeruk Nipis * Citrus aurantiflora * aurantiflora
20. Bakung* amaryllis (Crinum asiaticum) * asiaticum * Amarylidaceae / Bakung2an
21. Asparagus * Asparagus officianalis * officianalis
22. Pakis asparagus * Asparagus fern * fern
23. Pisang * Musa sapientum * sapientum * Musaceae / Pisang2an
24. Ceremai Cicca acida acida
25. Elang hitam * lctinaetus malaiensis * malaiensis * Ordo Rapaces
26. Lidah buaya * Sansevieria trifaciata * trifaciata
27. Sukun * Artocarpus communis * communis
28. Terung * Solanum melongana * melongana * Solanaceae / Suku Terungan
29. Brokoli * Brassica oleracea var. botrytis * oleracea var. botrytis
30. Kubis * Brassica oleracea * oleracea * Cruciferae / kubis2an
31. Tomat * Salanum lycopercium * lycopercium * Solanaceae / Suku Terungan
32. Kenanga * Canangium odoratum * odoratum
33. Pepaya * Carica papaya * papaya * Caricaceae / Suku pepayaan
34. Belimbing segi * Averrhoa carambola * carambola
35. Karet * Hevea brasiliensis * brasiliensis * Euphorbiaceae / Getah2an
36. Cabai * Capsicum annuum * annuum * Solanaceae / Suku Terungan
37. Kucai * Allium * odorum * odorum
38. Kai lan * Brassica alboglabra * alboglabra
39. Sawi putih * Brassica chinensis * chinensis * Cruciferae / kubis2an
40. Kacang tanah * Arachis hypogaea * hypogaea * Papilionaceae / Kacang2an
41. Kacang panjang * Vigna sesquipedalis * sesquipedalis * Papilionaceae / Kacang2an
42. Lobak * Raphanus sativus var. hortensis sativus var. hortensis
43. Kayu manis * Cinnamomum zeylanicum * zeylanicum
44. Serai wangi * Cymbopogon nardus * nardus
45. Harimau dahan * Felis nebulosa * nebulosa * Ordo Carnivora
46. Cengkeh * Eugenia aromatica * aromatica
47. Lipas * Periplaneta americana * americana O* rdo Orthoptera
48. Semangka * Cucumis lanatus * lanatus * Cucurbitaceae / Suku timunan
49. Ketimun * Cucumis sativus * sativus * Cucurbitaceae / Suku timunan
50. Belalang jarum * Calopteryx virgo * virgo
51. Tikus beruk* Rattus cremoriventer * cremoriventer * Ordo Rodentia
52. Tikus besar kelabu * Rattus bowersii* bowersii Ordo Rodentia
53. Kambing * Capra hircus * hircus * Ordo Periscodactyla
54. Kacang hijau * Phaseolus aureus * aureus * Papilionaceae / Kacang2an
55. Hamster * Mesocrecetus * aurataus * aurataus
56. Ikan hering * Clupea harengus * harengus
57. Elang * Haliaetus teucocephalus * teucocephalus * Ordo Rapaces
58. Tembakau * Nicotiana tabacum * tabacum * Solanaceae / Suku Terungan
59. Cicak * Hemidactylus frenatus * frenatus * Ordo Lacertilia
60. Nangka * Artocarpus integra * integra
61. Katak * Bufo biforcatus * biforcatus * Ordo anura
62. Kangkung Ipomoea reptans reptans
63. Selada * Lactuca sativa * sativa
64. Gajah * Elephas indicus * indicus * Ordo Proboscoidea
65. Buah pala * Myristica fragrans * fragrans
66. Kelapa sawit * Elaeis guineensis * guineensis
67. Nanas Ananas * comosus * comosus * Bromeliaceae / Nanas2an
68. Labu * Cucurbita * maxima * maxima
69. Kelinci * Lepus cunniculus * cunniculus * Ordo Logomorpha
70. Kobra * Naya sputatrix *sputatrix * Ordo Ophidia
71. Asam jawa * Tamarindus indica * indica
72. Teh * Camellia sinensis * sinensis
73. Anai-anai* Coptotermes curvignathus * curvignathus
74. Buaya * Crorodylus porosus * porosus * Ordo Crocodilia
75. Penyu * Cheloniia mydas * Mydas * Ordo Chelonia
76. Kura-kura * Coura amboinensis a* mboinensis * Ordo Chelonia
77. Sapi * Bos indicus * indicus * Ordo Artiodactyla
78. Kerbau * Bubalus bubalus * bubalus * Ordo Artiodactyla
79. Domba Ovis * argal * argal Ordo Artiodactyla
80. Panda * Ailurus fulgens * fulgens
81. Bunga Bangkai * Rafflesia arnoldii * arnoldii
82. Badak jawa * Rhinoceros sondaicus * sondaicus * Ordo Artiodactyla
83. Burung Jalak Bali * Leucopsar rothschildi * rothschild
84. Kentang * Solanum tuberosum * tuberosum * Solanaceae / Suku Terungan
85. Kopi * Coffea arabica * arabica
86. Kuda * Equus cabalus * cabalus * Ordo Periscodactyla
87. Paus biru * Balaenoptea musculus * musculus * Ordo Cetacea
88. Tapir * Tapirus indicus * indicus * Ordo Periscodactyla
89. Babi * Sus scroga * scroga * Ordo Artiodactyla
90. Kuda Nil * Hipopotamus musculus * musculus * Ordo Artiodactyla
91. Jerapah * Giraffa camalopardalis * camalopardalis * Ordo Artiodactyla
92. Ikan Duyung * Halicore dugong * dugong * Ordo Sirenia
93. Gelatik * Amadina orizypora orizypora * Ordo Oscines
94. Kutilang * Pyenonotus aurigaster aurigaster * Ordo Oscines
95. Cendrawasih * Paradisea apoda apoda * Ordo Oscines
96. Gagak * Coruus enca * enca * Ordo Oscines
97. Lumba-lumba * Phoscaena communis * communis * Ordo Cetacea
98. Burung Gereja * Passer domisticus * domisticus * Ordo Oscines
99. Lutung * Phitecus pryghusx * pryghusx * Ordo Primata
100. Orang Utan * Pongo pygmaeus * pygmaeus Ordo Primata
101. Gorila * Gorilla gorilla * gorilla * Ordo Primata
102.. Tupai * Tupaja javavica * javavica * Ordo insectivora
103. Serigala * Canis lupus * lupus * Ordo Carnivora
104. Beruang Indonesia * Ursus Malayanus * Malayanus * Ordo Carnivora
105. Anjing laut * Phoca vitulina * vitulina * Ordo Carnivora

Tidak ada komentar:

Posting Komentar