Jumat, 27 November 2009

FARING - LARING - TRACHEA

Faring
Faring merupakan rongga pertigaan dari saluran pencernaan (esofagus), saluran pernafasan (batang tenggorok), dan saluran rongga hidung. Apabila makan sambil bicara, kita sering tersedak dan batuk-batuk. Hal ini karena makanan masuk menuju saluran pernafasan. Terdapat mekanisme gerak refleks untuk mengeluarkan benda atau makanan yang masuk ke saluran pernafasan tersebut. Pada bagian belakang faring (posterior) terdapat laring (tekak) tempat terletaknya pita suara (pita vocalis). Masuknya udara melalui faring akan menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar sebagai suara. Aktivitas menelan dan bernafas telah diatur sedemikian rupa dengan semacam katup epiglotis serta gerakan laring ke atas sewaktu menelan, sehingga saluran pernafasan tertutup rapat.


Laring
Laring merupakan saluran udara setelah faring. Dalam laring terdapat selaput suara yang ketegangannya diatur oleh serabut-serabut otot sehingga dapat menghasilkan tinggi rendahnya nada suara yang diperlukan. Keras lemahnya suara ditentukan oleh aliran udara yang melewati selaput suara.

Gambar 1.2 Laring

 
Trakea
Trakea bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Dinding batang tenggorok (trakea) dan dinding bronkus (cabang batang tenggorok) terdiri atas tiga lapisan jaringan. Dari dalam berupa lapisan epithelium (bersilia dan berlendir), lapisan tulang rawan dengan otot polosnya, serta bagian terluar berupa jaringan ikat. Trakea merupakan pipa yang terdiri dari gelang-gelang tulang rawan. Bagian pangkal selalu dalam keadaan terbuka. Tempat percabangan disebut bifurkasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar